KENANG AKU

Untukmu yang ku sayang,
Berhentilah tersenyum jika perih..
Karena luka yang dibalut tawa kan tetap abadi…
Jangan lagi sembunyikan rasa sakitmu..
Aku sudah bosan ditinggalkan dengan cara yang tiba-tiba..
Ajari aku menyayangimu dengan sederhana..
Bukan sayang yang terlalu.
Karena ku takut saat semuanya berlalu,
Akan lebih sulit membuatku sadar dan pulih…
Ada resah yang lebih baik tak terucap,
Daripada membuatmu terluka..
Ada sesak yang lebih baik tak terungkap,
Daripada harus membuatmu penat..
Ada belenggu yang lebih baik tak tersapu,
Daripada harus membuatmu gelisah..
Tak ada yang lebih membuatku utuh,
Selain dapat melihatmu bahagia tanpa cela.
Meski melindungimu dari rasa sakit,
Adalah kekuatan terakhir yang ku punya.
1 pintaku.
Kenanglah aku s’lalu dalam ingatanmu,
sejauh apapun kita..
Rainbownight_artyasa, 29 Juli 2013, 04:23

MIE BUNSEN ( ‘Hiks’ nya ramadhan di Laboratorium Biokimia )

Assalamu’alaikum wr wb….
^_^ Pasti pada mikir kan, Mie bunsen tuh mie keluaran warung makan mana lagi sih?? Makanan khas lampung terbaru kah?? Atau mie edisi spesial ramadhan kah??? Hehehe…. Semuanyaaaa….. Salah teman.
Jadi begini ceritanya…. :
Sejak kemarin (24 Juli 2013), kami (Saya ‘Artyasa’, seorang teman 1 bimbingan penelitian yang sama ‘errornya’ bernama miftah, dan seorang adik tingkat (Ariyanti) dari bimbingan dosen yang sama), berencana menginap di lab seperti biasanya untuk penelitian (Tidak biasa sebenarnya, kalo minep doank sampai berhari-hari/minggu sih biasa, tapi karena hari ini kami menginap di lab dalam suasana ramadhan, So…. yang biasanya cuma ribet mikirin cari makan malam sebelum gelap, sekarang harus mikirin juga soal ‘gimana cara makan sahur’.
Mau sahur on the road kah? Wahh saya sih suka dan pingin banget, tapi masalahnya, kami juga harus melakukan pekerjaan (red: penelitian) tepat di saat jam-jam sahur (sekitar pukul 3an subuh), Jadiii…. alamat kita harus bin wajib makan sahur di lab. Waduh.. ribet banget kan? Mau beli makan dari malam dan disimpan? Di lab gak ada magic com. Mau simpan makanan di kulkas? Kulkasnya ada 3 sih di lab, masalahnya, isinya tuh bakteri, enzim, dan zat-zat kimia yang entah apa…. Tega? Makasihh. Mau masak mie di lab? Wah ide bagus.. Kami pun dulu pernah melakukannya, masalahnya (lagi), kompor gas di biokim tuh rusak, penangas? Lab organik yang punya (gak berani tanggung resiko kalau sampai rusak, meski seorang teman dari lab organik (neneng) bersedia meminjamkannya), Well…. Akhirnya kami mentok di pilihan terakhir: Masak mie pakai bunsen. Okeee…. No problem, kami bisa masak mulai pukul 02.00 WIB biar mie nya bisa mendidih dan gak ketinggalan waktu sahur (alokasi masak mie dengan bunsen kami perkirakan menghabiskan waktu 1 jam *haha lebay ^_-). Kami pun meminjam panci kecil (lagi-lagi ke neneng yang kosannya dekat kampus) dan meminta ariyanti membawa perlengkapan makan: sendok dan mangkuk. Prepare Selesaiii.
Wait!, selesai darimana??? Kita tuh start kerja di lab pagi (240713) pukul 10.00 WIB dengan perkiraan kerja tahap pertama pukul 02.00 WIB (mengambil waktu 18 jam untuk membuat stok gliserol *Media penyimpanan cair bakteri skala besar dan dalam jumlah yang banyak), dan tahap kedua, 25 Juli 2013 pukul 10.00 WIB (36 Jam untuk produksi enzim). Dan kita belum prepare urusan buka puasanya sodara-sodara…. Tapi mungkin memang lagi hoki (berkah ramadhan), ternyata sore itu kami ada undangan untuk hadir di pelantikan Ketua Umum HIMAKI Fmipa Unila periode 2013-2014 yang dilanjutkan dengan acara buka bersama pengurus dan dewan pembina serta alumni… Haha…. Selesaii 1 urusan (lega karena kalau mau bonceng 3 beli makan diluar? si miftah gak berani BoTi… Kalau mau ikutan jadi PPT (Para Pencari Takjil) di masjid wasi’i? Gimanaa gitu, takut isinya mahasiswa semua gak ada mahasiswinya. Atau mau jalan kaki bertiga ke kampung baru? Habislah waktu sholat dijalan) hehe…
Yups.. Lanjut….,
Setelah selesai urusan pelantikan dan buka bersama di HIMAKI, kami ternyata tetap saja harus pergi berbelanja ke S*RYA minimarket, karena kami lupa membeli air mineral, snack angin (chemilan sejenis kerupuk) dan sabun (sabunnya pada ketinggalan dirumah). Gubrak banget kann?? Haha… Gak juga 😛 Cz dari tempat itu saya bisa menemukan kulkas yang berisi makanan spesial: Es krim cokelat kacang (bukan bakteri dan enzim-enzim yang memuakkan itu tuu). Hhe..
Next, Sepulang belanja (gaya!), kami pun kembali ke lab tanpa mandi (udah biasa) dan tanpa buang air kecil (gak biasa). Hikss.. Masalahnya nih ya (hobi banget sih bikin masalah..) kalo kita mau buang air kecil di lab, takut ada penjaga gedung, serem gitu.. Kalo di toilet MIPA-T banyak nyamuk. Trus kalo di toilet masjid wasi’i, malu… kita kan niat tarawihnya pingin di lab aja (Gak  khusyuk tarawih dengan imam ‘dosen ‘ Fakultas kita yang lafadz bacaan sholatnya ‘aneh’ menurut kita-kita). Bisa bayangin kan gimana jadinya buang air kecil yang ditahan dari magrib sampai subuh, pakai acara di pending sahur pula?? (*Kalo iseng mau baca cerita mirisnya, baca postingan: OSNPTI-ku gagal, bakteri ku senang).
Acara di lab pun kami lanjutkan dengan agenda –mencari molar gliserol (lagi,) setelah sebelumnya kami sudah cari tuh molar kesana kemari, akhirnya malam itu setelah sholat tarawih, kami bertekad ‘meminta petunjuk’ sekali lagi ke ‘mbah’ google. Tapi ya dasar anak-anak error… Udah tau kerja jam 2 nanti bakal capek banget, eh malah mengulur-ngulur agenda hingga acara pun berganti menjadi: nonton bareng film WE ARE FAMILY (Ini si miftah sempet sok gak mau ikutan karena gak suka nonton film India nih (Film korea yang biasa diputar tuk nobar di lab lagi kehabisan stok di laptop)… Eh tapi ujung-ujungnya dia ikutan nangis nonton tu film sambil menyodorkan sebongkah tisu gulung penelitian buat ngelap air mata. Hahaha))
Baik, kita lanjut lagi ke agenda awal kita yang seriusan. Setelah film India yang mengharukan itu selesai, dan air mata pun habis dikuras, kami pun mengantuk (dimana seriusnyaaaaaaa cobaaaaaaaaa…….!)

 

Hhe.. Tapi kami sebagai 3 orang berhati baja (sok tegar), tetap melanjutkan begadang mencari itu molar gliserol yang gak ketemu dimana-mana (udah coba ngacak-ngacak skripsi orang di loker, terus searching, blog walking, guling-guling, (Eh yg terakhir Be-eS *Bo’ong Sangat) hingga sekitar pukul 01:30 WIB (sebenernya Molar gliserol yang 13,7 itu akhirnya ketemu tengah malam dari balasan sms seorang teman, Ini begadang lama karena kebanyakan sesi ‘dengar curhat’ nya. Hihihi. Ups, ketawanya mirip ‘sesuatu’, *jangan ditebak dulu, masih di lab -_-“).
Kami pun tertidur dengan pulasnya hingga 14 miscall gak terdengar, 5 Alarm di HP ku tak tergubris, dan 2 Alarm dari Hp teman-temanku pun tak berfungsi. Sehingga kita dengan polosnya terbangun pada pukul 03:59 (sempat-sempatnya mimpi mau matiin alarm terus tidur lagi tuh sebelum bangun, ckck). Paraaahhhh….. Target masak mie nya kan pukul 02.00 WIB dan target bikin stok gliserolnya kan pukul 03.00 WIB….!!! Pasrah. Kami pun melangkah dengan gontainya untuk membuat stok gliserol dan yang lainnya memasak mie dengan bunsen.
Hiks… (Lagi-lagi hikssss……), Sampai pukul 04.35an itu panci berisi mie instan gak hangat-hangat, padahal udah imsak… Yahh terpaksa deh makan mie yang lembut karena ‘mengembang’ kelamaan di air… Dan sebentar kemudian adzan pun menjadi titik akhir kepasrahan kami meninggalkan mangkok mie yang belum habis, lalu kembali melangkah lemas ke ruang tidur setelah sikat gigi dan sholat subuh. Ada yang tidur lagi, ada yang nyoret-nyoret gak jelas entah apa.. Ada juga yang ngetik tulisan iseng kayak gini nih.. daripada stressss mikirin perut yang sebentar kemudian terasa sakit (mungkin karena mie bunsen tadi kali ya..) serta hasrat buang air kecil yang tak tertahankan..
Sampai akhirnya kabar mengejutkan itu datang. Ini bukan kabar hoki berkah ramadhan kayak kemarin sodara-sodara… Tapi ini kabar dari si miftah yang sedari tadi asik nyoret-nyoret itu tuh… Tiba-tiba nih anak berseru kaget sambil bilang “Tyaaaaas…… Aku salah ngitung jaaaaammm….. Kita tuh produksi yang 36 jam bukan jam 10 pagi ini…. Tapi jam 10 malem nantiiiii…..!!!!!!” Gubrakkkkk….!!! Padahal niatnya siang nanti mau pulang n’ hibernasiiii dirumah karena capek banget ini badaaan!!
Coba dihitung-hitung lagi sodara-sodaraaaaaa…. Benar sekali. Kalau 18 Jam nya kita ngaret sampai jam 03.59 kayak tadi, berarti 36 jam nya kan jam 10 nti malem… Bukan jam 10 pagi iniiiiiiii…..!! Hiks….. Hikss….. Hiks… Alamat bakal nyuci baju di westafle lab lagi nih (Cuma bawa salin 1).
Tapi pliss, tolong banget teman-temaaaaaannn….. Cari alternatif lain yaa! Jangan paksa saya makan mie bunsen lagiiiiiii….!!!!!! -HIKS.

 

Rainbownight_artYasa
25 Juli 2013, 5:49 WIB

Lirik lagu dan Terjemahan The Reason_Hoobastank

^_^

Jarang-jarang nih saya suka dengar lagu dari negeri orang (Biasanya dengerin lagu-lagu pop running Indonesia aja…. hehe… ‘note: Pop= Populer, Running = berlari = melayu (Bahasa jawa), Jadi Pop running = pop melayu 😀

Tapi kali ini.. pingin sekali-sekali iseng posting lirik lagu barat + terjemahannya… Lagu ini pernah di kasih sama seseorang.. 😛 Jadi agak menghayati gimanaa gitu kalo lagi dengerinnya sendirian di teras kamar bersama deras hujan (curhat buuuu ^_- ) : and once again this is not about love

Oke langsung aja… Check This out:

The Reason
By: Hoobastank

Intro: I’m not a perfect person
Aku memang tak sempurna
There’s many things I wish I didn’t do
Banyak hal yang kusesali
But I continue learning
Namun, ku tak henti belajar
I never meant to do those things to you
Tak pernah ku sengaja menyakitimu
And so I have to say before I go
maka harus kukatakan sebelum ku berlalu
That I just want you to know
Bahwa, aku hanya ingin kau tahu
I’ve found out a reason for me
Telah kutemukan sebuah alasan
To change who I used to be
Alasan untuk berubah
A reason to start over new
Sebuah alasan untuk memulai segalanya dari mula
and the reason is you
Dan engkaulah alasanku
I’m sorry that I hurt you
Maaf aku telah menyakitimu
It’s something I must live with everyday
Kusesali itu setiap hari
And all the pain I put you through
Dan semua sakit yang kau rasa
I wish that I could take it all away
Ingin kuhapus semuanya
And be the one who catches all your tears
Dan menjadi orang yang menyeka semua air matamu
Reff: That’s why I need you to hear
 Karena itu, aku ingin kau dengar
I’ve found out a reason for me
Bahwa telah ku temukan sebuah alasan
To change who I used to be
Alasan untuk berubah
A reason to start over new
Sebuah alasan untuk memulai segalanya dari mula
and the reason is You
Dan engkaulah alasanku
and the reason is You [x3]
dan engkaulah alasanku (3x)
I’m not a perfect person
Aku memang tak sempurna
I never meant to do those things to you
Tak pernah ku bermaksud menyakitimu
And so I have to say before I go
Maka harus kukatakan sebelum ku berlalu
That I just want you to know
Aku hanya ingin kau tahu
I’ve found out a reason for me
Telah kutemukan sebuah alasan
To change who I used to be
Alasan untuk berubah
A reason to start over new
Alasan untuk memulai segalanya dari mula
and the reason is you
dan engkaulah alasanku
I’ve found a reason to show
Telah kutemukan alasan
A side of me you didn’t know
Untuk menunjukkan sisi diriku yang belum kau tahu
A reason for all that I do
Alasan untuk segalanya yang kulakukan
And the reason is you
Dan engkaulah alasanku
Regards me: rainbownight_artYasa

Kumpulan PUISI Zarry Hendrik

Assalamu’alaikum wr wb…

^_^
Kali ini saya mau posting puisi-puisi kesukaan saya…. Dari seorang penulis gokil bin romantiiiiis bin melankolis bgt (cieee ^_-). Sebenernya mau upload video nya juga, tapi butuh berapa lama bertapa di lab ini???? (btw ini ngeblog sambil proxy-an di lab kampus nihhh 😀 )

Oke, kita mulai dari puisinya yang paling saya suka dan mirip sama yg dirasa 😀 =

SEMOGA TIDAK KAMU LAGI

Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia
Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia
Melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu 
Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar
Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk
Supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan
Sehingga doa dapat melahirkan semangat
Dan kemudian buatku bangkit
Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu
Ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku 
Dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku
Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku
Itu karena aku mampu terima kamu apa adanya
Aku meminta ampun kepada Tuhan
Sebab aku pernah berharap kalau suatu saat
Ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu
Aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi
Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin
Aku harus menjadi paku
Sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya
Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.
Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat 
Sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas

Semoga tidak kamu lagi…..

Tawa Jadi Tempat Sembunyi

Aku tersenyum. Itu caraku menghias luka. Aku tertawa. Itu caraku untuk sembunyi. Aku jadi seringkali berhasil membuat orang tertawa di atas kesedihanku, sebab kesenanganku dulu sudah banyak membuatnya sedih. Bila aku semakin lucu, itu karena ia semakin jauh. Mungkin ini karena banyak yang membenci aku saat dulu ia di dekat aku. Setiap hari aku harus mencicip bayang-bayang yang pahit, setiap hari aku harus mengenyangkan kepalaku dengan itu. Kekonyolanku adalah hal yang paling menyentuh, aku akan menunggu semua orang dapat memeluk aku yang tidak henti-hentinya bertingkah kocak, sampai saat aku tertawa sendiri, mereka amat terpukul. Sementara saat-saat ini, tawa mereka hanyalah buah demi buah yang tumbuh dari caraku melarikan kepedihan. Bila ini melemahkanku, mengapa tidak melelahkanku?

SADGENIC: Percakapan Ruang Tunggu  
Pagi ini aku berada di ruang tunggu bandara dengan dirajam gelisah pada jarum jam yang tak mau bergerak lebih cepat dari yang aku harap. Sesegera mungkin aku ingin meletakkan tubuhku di kursi dan terbang bersanding dengan awan untuk tiba di kotanya. Meskipun berkali kali dia menerbangkan aku dengan kata-kata yang penuh candu. Tapi saat saat ini, sungguh membuatku ingin melompati waktu.
Awan seperti membaca gelisahku dan kemudian menggodaku, jutaan tetes air terpelanting ke bumi dengan keras. Ah, semoga hujan ini tak memperpanjang durasi dudukku di ruang tunggu itu. 
HP ku bergetar. Terbaca nama yang selalu memenuhi kepalaku di layar.
Zarry : “Pancar sinar matahari disini begitu terang, seperti senyummu. Pagi disini, siap untuk menyambutmu :)”
Rahne : “Bagaimana bisa matahari menemanimu, dan hujan bersanding denganku, sementara langit kita masih sama bernama rindu”
Aku mengeluh, aku takut hujan ini menunda keberangkatanku.
Zarry : “Matahari hanya menemaniku, dengan sinarnya ia mengaku bahwa kamu masih lebih bercahaya darinya”
Aku selalu heran, bagaimana kata-kata yang dia susun, bisa mengantarkan senyum tak berkesudahan. Aku membalas lagi.
Rahne : “dan disini, hujan menemaniku, dengan rintiknya ia berseru agar aku selalu bisa berteduh di matamu” 
Zarry : “Senyumku tidak sedemikian lebar untukmu berteduh. Namun bila hujan memukul atapmu, ada pelukku untuk kau tidak kedinginan”
Seketika aku merasa ruangan ini menghangat, aku curiga ada seseorang yang mematikan AC. Tapi kurasa, abjad yang kau susun di layar, berhasil menembus hati yang menggigil karena rindu. Tapi tetap, selalu kunanti peluk itu.
Rahne : “Zarry, pelukmu tak dapat terganti oleh kata-kata, nanti, jika jarak kembali mengetuk-ngetuk jendela. Dekap aku selagi bisa”
Ya, entah kenapa jarak selalu suka berada di tengah tengah kita. 
Zarry : “Aku tidak memerintahkan awan untuk merintikkan kerinduanku, tetapi tidak kah kau dengar rinduku memukul-mukul atap rumahmu?”
Ya hujan semakin deras, sederas rasa yang menyebar ke tubuhku.
Rahne : “Rindumu telah menembus nadiku, kini ia berlayar tepat di jantungku. Sungguh saat ini aku ingin memerintahkan kakimu, membawamu tepat dihadapanku”
Zarry : “Kuharap hujan dapat membuatmu menulis namaku di setiap kaca basah yang kamu jumpa, sebab dari timur langit aku memandangmu”
Rahne : “Percayalah, tak hanya di kaca lembab yang aku jumpa, kutulis namamu di papan langit sepanjang waktu yang aku punya”
Zarry : “Kau tahu? Ada banyak kata untuk kita melukis hujan, tapi lihatlah, langit saat ini sedang asyik menulis kita. Semoga Tuhan mau menjentikkan jari-Nya sekali saja, supaya tiba tiba di sana ada aku yang memelukmu dari belakang”
Aku tahu, kau ingin sekali berada disini menemaniku. 
Rahne : “Tuhan tak hanya akan menjentik, dia akan bertepuk tangan saat hati kita bergandengan”
Ya.. mungkin semua akan bertepuk tangan saat kita bergandengan. Aku melumat senyumku sendiri karena terbesit rasa malu yang menyapu merah di wajahku 
Zarry : “Disini aku berharap agar malaikat mau menendang aku sampai aku melambung jauh di langit dan kemudian jatuh di pangkuanmu”
Rahne : ” Ha ha ha jika benar begitu, disini, aku akan mengakarkan tubuhku pada kaki langit, menunggu waktu hingga kau tiba di pangkuanku”
Zarry : “Pagi ini aku seperti sehelai daun yang disentuh embun. Namun lebih dari itu, akulah aku yang cinta bumi dan juga kamu, Aku telah banyak melihat orang-orang yang pandai melukis pagi dengan baik, tetapi sekarang, pagi itu sendiri yang melukis kamu”
Rahne : “Sebentar lagi aku akan mendekat pada awan, akan kubisikkan padanya, “Tolong gerimisi Zarry saat ini agar dia selalu mengingatku, yang dirintikinya dengan candu, dan sejukkan dia selalu”.
Zarry : “Kaulah kata yang menyejukkan, seperti angin yang muncul dari kepak sayap malaikat”
Kulihat keluar jendela, hujan nampaknya sudah mereda, bersamaan dengan itu, semua penumpang diminta untuk bersiap siap, untuk masuk ke pesawat.
Rahne : “Pesawat sudah menungguku, karena kata-katamu, langit tak lagi menurunkan hujan padaku, tapi senyum yang berkepanjangan”
Zarry : “Kau, telah memasang nyawa di tiap jari tanganku. Nikmati perjalananmu, sebab kau perjalananku. Hati hati, hati”
Rahne : “Kaulah waktu yang ditetapkan, mengitari hidupku, memutari mataku, dan bersarang di hatiku”
Kuangkat kopor dan kulangkahkan kaki beranjak dari ruang tunggu itu. Persiapkan senyummu, Zarry. Sambut aku di kotamu


Lengkapnya Sepi

Lama tidak dengar kabarmu, bagaimanakah kamu sekarang? Semoga kamu dijaganya baik, jangan sampai percuma melepas aku. Jauh dariku bukan berarti tanpa tertawa. Meski ia tidak selucu aku, janganlah jatuh air matamu. Meninggalkan aku sendiri di sini kan seharusnya bukan pilihan untuk bersedih sepanjang hidup. Semangatlah untuk membuat dirimu mencintainya!
Memang sesekali aku coba mencinta dengan mencium, mendobrak pintu hatiku dengan kecupan. Namun apa mau dikata, malah luka perasaan orang. Apa cinta yang meledak-ledak menghancurkan hati sendiri? Sebab setiap bunyi hantaman keras, kudengarnya bagai namamu.
Beberapa menyukaiku dengan lembutnya, hanya tak sedalam kamu mengenal aku. Kamu lebih dari masa lalu, seperti pahlawan yang tidak mungkin hanya karena ada luka kecil, dapat terlupakan perjuangannya. Jika ada sejuta mulut yang menyoraki aku berengsek, aku percaya kamu tetap memiliki suara sendiri. Itulah! Sesekali memang aku suka berkata bodoh, membencimu karena jauh. Sebab menyakitkan, kamu hadir untuk kuingat, seperti datang untuk berpamit. Terkadang ini yang membuatku berharap cemas, di mana kiranya keseluruhanku dapat rubuh, sehingga dari atas panggung aku terjatuh, kemudian mendarat di pangkuanmu. Sekarang setelah semuanya ingin kumulai sendiri, tiap kepingku telah menjelma menjadi nyawa dan memberi hidup bagi tiap kata yang melengkapkan sepi setiap orang.

Untuk Kita Yang Percaya Bahwa Cinta Adalah Ada

Untuk kita yang percaya bahwa cinta adalah ada, bahwa memaafkan tidak seberat memikul dendam. Untuk kita yang percaya bahwa cinta adalah ada, bahwa kita juga percaya bahwa ada rasa saling menghormati kepercayaan di dalam cinta. Untuk kita yang percaya bahwa cinta adalah ada, senyum dalam derita adalah kekuatan yang menguatkan. Untuk kita yang percaya bahwa cinta adalah ada dan untuk Tuhan yang membuat cinta menjadi ada, mari kita bersulang di dalam doa! Untuk kita yang percaya bahwa cinta adalah ada, terkadang kita menyalahgunakan keberadaannya. Untuk kita yang percaya bahwa cinta adalah ada sedari awal kita memulai, kita hanya perlu saling meyakinkannya di tiap hari.

Tak pernah kulihat indah sehina ini. Tak pernah. Lututku patut bertelut dengan getar geletar yang paling tulus untuk mengakuinya. Aku memohon ampun, aku tahu aku salah, aku amat merasakan kesalahanku, sebab karena mencintaimu, aku menakut-nakuti diriku sendiri. Pernah aku mencoba dengan susah payah di hadapan benda-benda mati untuk sedikit saja memberi senyum kepada hari yang tanpa kau. Tetapi apa? Aku gagal. Aku bukan manusia yang tanpa cela, sekalipun aku berdiri di antara putik-putik pujian yang beterbangan. Aku manusia yang membutuhkan maaf. Kehadiranmu masih sangat membangkitkan aku yang tertelungkup di bawah jendela waktu, agar aku dapat berdiri dan lekas menghirup nikmatnya makna di dalam nafas. Kaulah pemaaf yang paling aku cintai. Kau! Oleh karena ada kau aku berkata kepada Tuhan; “Lindungilah ia yang bersujud dengan menabur air matanya saat meminta aku kepada-Mu, ya, Tuhanku.”

Tulisanmu Di Hidupku

Kau menulis di dalam barunya hidupku
Kau hantarkan huruf-huruf yang sesungguhnya tak kukenali, aksara yang siapa tahu indah
Namun hati siapa yang dapat menerjemahkannya?
Hatiku?

Ribuan lembar cerita yang hanya mampu kupandangi dengan menganga
Mimik polos yang begitu saja terlempar
menyorot kata demi kata
Entah kata-kata itu berbaris atau menumpuk begitu saja
Entah kata-kata itu dirangkai atau porak poranda
Tetapi mungkin kata-kata itu dipenuhi warna, seperti sekumpulan kelopak bunga yang terbang ditiup angin di musim gugur
atau jangan-jangan
bunga-bunga itu jatuh dari kepal tanganmu,
yang sengaja kau taburi kepadaku
seakan aku adalah makamnya

Menyedihkan

Ternyata cinta terlalu kuat, terlalu mudah meremuk aku.
Aku mengigil dan semakin merasakanmu.
Kedatanganmu bagai malaikat.
Kepergianmu, seakan ada malaikat menghantuiku.
Tersiksa, ini menyiksa.
Mendakwai diri seperti ini.
Hati menjadi diam dan terpelintir oleh masa lalu yang berputar-putar di dalamnya.
Semakin retak, patah mendekat.
Sekarang aku tidak mengerti apa maunya takdir. Sudahkah perpisahan ini dicatat oleh malaikat?
Semoga saja tidak.
Namun ini kamar yang sepi.
Benda mati kupaksa memasang telinga, menjadi teman untuk bicara, yang mengerti kerinduanku.

Menyedihkan.

Aku Merindukanmu

Aku merindukanmu. Ini sesuatu yang besar, yang tidak cukup kusimpan dalam kepalan. Ini sesuatu yang tidak kecil, ini benar-benar aku rasakan.

Aku tahu, ada begitu banyak hal-hal yang mendekatkan, yang belum kita lakukan, yang belum kita hadapi bersama-sama. Sebab bebutiran rindu berikut kobar cemburu yang menyala-nyala akan menuntun kita pada warna rasa yang keemasan. Berkilauan, terang kemilau yang mencengangkan, gemerlap pesta di dalam sepasang mata. Bagaimana ini tidak menakjubkan? Aku benar-benar mengilhaminya.

Rindu kan ada, baik di pagi, siang, sore, maupun malam, berikut hari berganti hari dan tahun depan menjelang, juga mendung, cerah atau berawan, atau baik kemarau maupun hujan, atau biar salju turun sekalian! Ini aku berpijak di atas puncak kerinduanku. Aku melihat awan-awan yang menggumpal tebal, menutup cantik segala kesalahanmu. Aku lupa, hanya ingat kebaikanmu, terlebih kelucuanmu yang menggemaskan.

Aku sudah berteman baik dengan bayang-bayangmu, bayang-bayangmu menemani sisa hidupku. Dan karenanya benda-benda mati jadi tampak seakan memusuhiku, memerangi kesunyianku.

Aku merindukanmu. Aku memanggilmu dengan suara yang keluar dari jantungku, dalam gerak yang tergambar dari nadiku. Karena aku tahu, ada tersisa banyak hal-hal besar yang belum kita lewati di bawah langit ini, di atas bumi ini, di dalam hati kita. Demikian aku merindukanmu, demikian aku benar-benar merasakannya.

Kapan Kau Datang Lagi?

Kapan kau datang lagi, membangunkanku tidur, mengingatkanku bahwa waktu itu berharga saat denganmu? Kapan kau datang lagi, menjemputku pergi, membawaku ke tempat yang kau pikir kita bisa tenang di sana? Kapan kau datang lagi, menemuiku yang tidak tahu bagaimana lagi jika tanpa kau? Kapan kau datang lagi? Kapan?

Sama-sama Di bawah Langit

Bila aku harus menjauhimu, aku akan memulainya dengan berjalan mundur. Aku akan menghayati lambai tanganmu di selangkah demi selangkah. Kemudian saat mataku mulai berkaca-kaca, aku akan berkedip untuk membiarkan pipiku pasah. Aku akan menangisi jarak sambil menaruh harap untuk melayang-layang di atas tanah. Karena sejauh apapun kita terpisah, kita hanya sama-sama di bawah langit, masih di dalam bumi yang tidak lelah berputar terus.

Draft

Lihat cara kalian mengikat seseorang atas dasar kasih sayang. Saya tahu, tidak mudah, bahkan mutlak, untuk tetap berpegang kepada sebuah prinsip bersama yang harus disetujui ; Yaitu nama baik, keyakinan dan kehormatan. Apapun caranya, harus!
Tetapi aneh.
mengatur, mengikat lalu mengancam. Itu yang saya dengar dari aduan seseorang yang tidak tahu lagi harus mengadu kemana.
Cara kalian mengatur seperti mempersilahkan kami untuk melanggar. Cara kalian mengikat, seperti membuat kami terpaksa untuk berontak. Dan cara kalian mengancam malah terasa seperti tidak ada jalan lain untuk kami selain melawan.

Tidak pernah terlintas sedikitpun di dalam pikiran kami untuk menentang wewenang, jika perasaan kami tidak terus menerus dipojok-pojokan.
Sekarang jangan bahas “kami”. Tapi bahas “dia” : Si polos yang harus selalu melintasi pagar rumah sebelum jam 7 malam.
Jika kalian ingin kita berpisah, tetapi rasa curiga itu terus menumpuk hingga kalian mengikat kakinya dengan tali yang mudah menggores kulitnya, apa bedanya?
Sama saja kalian sedang membentuk pribadi yang kalian sayangi itu, menjadi pribadi yang mudah lepas kendali. Dengan atau tanpa sayapun, dampaknya sama.

Sekarang dia harus menangis sendirian di dalam kamar, mendengar bentak amarah yang hingar bingar mengalir dari dekat pintunya. Itu sama dengan tekanan psikologis yang harus terus menerus dia tahan sampai akhirnya meledak dan mengguncang kesabarannya.

Tanpa mengurangi rasa hormat.
Saya tidak menantang sedikitpun. Mungkin saya bukan pria baik-baik, persis seperti apa yang sudah didengar atau diperkirakan. Tetapi serius, tidak sedikitpun ada niat dari saya untuk menjadikannya sama seperti saya. Apapun bentuknya. Saya dan dia berbeda dan kita berdua mengerti itu. Jika memang kita harus berpisah, izinkan kita dipisahkan oleh kedewasaan. Saya hanya tidak mau terus menerus dituduh rasa bersalah, melepas orang semudah membalik telapak tangan, orang yang mempertahankan saya di tengah pertentangan.
Ini terdengar menggelikan, di masa muda yang riang, kita masih berpetak umpat sampai sekarang.

Pada kenyataannya

Kau membasuh keringat di dahiku, kau memberikan aku semangat. Kau memberikan peluk yang hangat, kau mengerti benar airmataku. Kau menanyakan isi perutku, kau mengajakku makan, dan sesekali kau menyuapiku dengan tawa kecil yang bisa segera aku rindukan. Kau mengantarku pulang, kau menemuiku di tengah-tengah keramaian. Kau membuatku tetap tersenyum dan bertahan, sekalipun siang sudah berganti malam. Pada kenyataannya kau tidak mencintaiku, kau hanya seorang penyayang.

Untuk Kuatku

Kulihat jarum detik pada jam dinding di kamarku. Ia bergerak bagai penyorak, memberiku tarian penyemangat untukku tetap ingin mendapatkanmu. Mungkin ini maksud sang waktu, menunggu ketepatannya bukan berarti hanya berdiam diri, seperti mata kosong dari balik jendela yang menunggu kereta Santa Klaus lewat di langit. Tetapi inilah aku, tak genap aku tanpa hatimu. Aku tak bisa mengayunkan tanganku kemudian laut berdiri dengan ombaknya, bukan pula aku yang meletakkan satu persatu bintang di angkasa sampai kemudian nampak begitu indah. Maka aku sungguh mengerti, tidak hanya dengan aku menjetikkan jari lalu hatimu ada dalam genggaman. Kaulah bagian tersulit yang aku kenal dari suatu kebahagiaan.

Dengar! Seperti awan yang berjalan di atas kotaku yang membosankan ini, tak pernah sekalipun aku berpikir untuk berhenti dari niatku meneduhkanmu. Tidak hanya dengan hati aku mencintaimu, tetapi pula tenaga sebagaimana kau tercipta untuk jadi kuatku.

Suatu saat, di hari-hari epan yang menyenangkan, aku yakin, itu adalah hari untuk aku mengenang perjuanganku yang tak percuma ini; untukmu.

Geletar Yang Menggesa

Tolong, jangan buat aku surut akibat pujukan hati sendiri!

Aku memang tidak mengindahkan hala yang baik untuk menghidangkan bait per-bait dan kata per-kata, maka jika rentak nadanya tidak sesuai dengan telingamu idamkan, maafkan! Ini-itu adalah resah.

Jari per jari ini begitu didesak hati yang risau dan tergendala oleh rasa yang pelik
sehingga aku menebak, kalau menembakmu dengan peluru plastik yang konyol adalah lebih baik daripada didera rindu terus menerus.

Tolong, jangan buat aku berpikir lagi tentang sudah berapa hari aku telah mengenalmu, karena durasi satu detik memimpikan dirimu saja adalah harmoni.

Ini bukan fakta yang tanpa kesan dan jangan menyangka ini adalah tipuan, karena tidak mungkin aku menyuguhkannya kepada hati yang terkenal terbuat dari karang yang jelas tidak akan pernah mempan oleh helah muslihat zaman sekarang.

Jika simbol senyum adalah tanda suara hatimu yang berkenan..
aku janji, tidak akan sekali lagi membuatmu pusing.

Hari ini, aku geletar.

Jika Ini Cinta

Aku akan percaya ini cinta
jika bersamanya di bawah terik matahari
aku malah merasa teduh

Aku akan percaya ini cinta
jika terjebak dengannya di tengah serigala
aku tetap merasa tenang

Aku akan percaya ini cinta
jika menjauh dari Sang Pencipta
aku jadi merasa takut

dan aku akan percaya ini cinta
jika melihatnya tertawa dengan lepas
aku sudah merasa cukup

Yupssss……!!!!! Itu cuma sekelumit puisi-puisi keren karya Zarry Hendrik, betapa bahagianya ya bisa dicintai sama orang yang cintanya seperti beliau (orang yg cintanya seperti beliau lhoooo, bukan pribadi zarry hendrik nya lgsg, yang nakal bin nakal bin ‘nakaaaall’ itu 😛 )
mau tau tulisan2 lengkapnya?? Check this out —->>>> http://www.zarryhendrik.com/puisi.html
*Promosi karya mu, dari fans setiamu….
rainbownight_artYasa 

 

TEKNIK POLIMERISASI

TEKNIK POLIMERISASI
 (Makalah Kimia Polimer)

Oleh :
Tyas Rosawinda. Kh
0917011048

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011
DAFTAR ISI
Cover                          ……………………………………………………… i
Daftar Isi                     ……………………………………………………… ii
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………………………………………….….. 1         
1.2 Tujuan               ………………………………………….………….. 1
2. ISI                           ……………………………………………………… 2
3. PENUTUP
3.1. Kesimpulan      ……………………………………………………… 11
3.2 Kritik dan Saran ……………………………………………………. 12
DAFTAR PUSTAKA
I. PENDAHULUAN

                                                                                                                                                  
1.1 Latar Belakang
Polimer merupakan sebuah material yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari manusia. Polimer adalah senyawa yang bermassa molekul relatif besar dan terdiri atas monomer-monomer. Polimer dapat dijumpai dalam bermacam-macam alat kebutuhan misalnya botol, tali, plastik, teflon, dan lainnya. Penggunaannya semakin digemari karena sifatnyayang ringan, tahan korosi, beberapa bahan relatif tahan asam, beberapa bahan relatif tahan sampai temperatur tinggi, dan kuat.
Polimer, merupakan ilmuyang sangat menarik untuk dipelajari. Polimer merupakan ilmu yang sangatdinamis. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pengetahuan yang baik tentang konsep-konsep dasar polimer,  guna  dapat  memahami  dan  mengembangkan  ilmu  polimer. Selanjutnya, konsep dasar tersebut dapat dikembangkan untuk mengukur danmenganalisis bobot molekul polimer. Teknik pemisahan dan pengukuran sampel polimer merupakan pengetahuan yangtidak kalah pentingnya untuk dikuasai.  
1.2. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mempelajari berbagai macam teknik polimerisasi dalam kehidupan.
II.ISI
Pada dasarnya, ada dua teknik polimerisasi yang dapat digunakan untuk memproduksi polimer, yaitu teknik homogen dan teknik heterogen. Teknik homogen dapat dilakukan secara polimerisasi massa dan larutan, sedangkan teknik heterogen dilaksanakan secara emulsi dan suspensi.
1.      Teknik Polimerisasi Homogen
Dalam teknik polimerisasi homogen, terdiri dari 2 sub polimerisasi, yaitu polimerisasi massa dan polimerisasi larutan.
a.       Polimerisasi Massa
Teknik polimerisasi massa atau yang sering disebut bulk polimerisation adalah teknik yang bertujuan untuk pembuatan polimer kondensasi, reaksinya bersifat eksotermis dengan viskositas campuran yang rendah sehingga panas dapat berpindah melalui pengeluaran gelembung. Sistem pada polimerisasi massa jarang digunakan secara komersil untuk pembuatan polimer visual, kecuali untuk membuat polimetil metakrilat tuang.
Penentuan bobot molekul polimer dapat dilakukan dengan fraksinasi polimer yakni untuk memisahkan sampel polimer tertentu ke dalam beberapa golongan bermassa molekul sama. Umumnya cara yang digunakan dalam fraksinasi didasarkan pada kenyataan bahwa kelarutan polimer berkurang dengan naiknya massa molekul.
Cara – cara melakukan fraksinasi:
1. Pengendapan bertingkat
Langkah-langkahnya:
·         Sampel dilarutkan dalam pelarut yang cocok sehingga membentuk larutan yang berkonsentrasi 0,1 persen.
·         Kedalam larutan ini ditambahkan bukan pelarut setetes demi setetes sambil diaduk cepat. Bahan bermassa molekul paling tinggi menjadi tak larut dan segan terpisah.
·         Tambahkan lagi bukan – pelarut sebagai pengendap untuk mengendapkan polimer bermassa molekul tertinggi berikutnya.
·         Tata kerja ini dilakukan berulang – ulang sampai terpisah menjadi beberapa fraksi yang kian berkurang massa molekulnya.
2. Elusi bertingkat
Langkah-langkahnya:
·         Polimer diekstraksi dari zat padat kedalam larutan.
·         Kolom diisi dengan bahan polimer dan diisi sampel, lalu dielusi dengan campuran pelarut dan bukan pelarut secara bertahap. Jadi polimer yang bermassa molekul rendah keluar dari kolom pertama kali, diikuti oleh fraksi yang mengandung bahan bermassa molekul lebih besar.
3. Kromatografi Permiasi Gel (KPG)
Cara kerja:
·         Kolom diisi dengan beberapa bentuk bahan kemasan polimer.
·         Larutan sampel polimer yang sedang diteliti dilewatkan ke dalam kolom dan dielusi dengan lebih banyak pelarut.
b.      Polimerisasi Larutan
Contoh dari polimerisasi larutan ialah konversi polivinil asetat menjadi polivinil alcohol ester akrilik. Polimerisasi monomer vinil, berlangsung dalam larutan untuk memudahkan perpindahan panas dan control. pada pembuatan polimerisasi monomer vinil, diperlukan pelarut yang benar sehingga tidak terjadi chain transfer, dan polimer yang akan dihasilkan dapat digunakan dalam larutan.
 Karakteristik Polimerisasi Larutan :
·         Dapat dilakukan untuk polimerisasi vinil dengan pelarut yang sesuai
·         Keuntungan: panas dapat dipindahkan kepelarut.
·         Kesukaran: dapat terjadi pemindahan rantai kepelarut
·         Sukar menghilangkan pelarut

  2.      Teknik Polimerisasi Heterogen
Dalam teknik polimerisasi hoterogen, terdiri dari 2 sub polimerisasi, yaitu polimerisasi emulsi dan polimerisasi suspensi.


 

 Contoh : The high pressure free radical process for the manufacture of Low Density Polyethylene
 
 Polyethylene membentuk cabang karena proses self-branching. Cabang yang lebih panjang dari metil tidak dapat masuk ke kisi kristal polyethylene, sehingga polimer padat yang dihasilkan kurang bersifat kristal (tidak transparan) dan lebih kaku daripada HDPE (0.935-0.96 g cm-3) yang dibuat dengan reaksi coordination polymerization.
a.       Polimerisasi Emulsi
Polimerisasi jenis ini, dapat menghasilkan polimer dengan laju dan berat molekul yang tinggi. Sistem pada polimerisasi emulsi merupakan dua fase cairan yang tidak larut, Fase pertama ialah fase kontinu aqueous, yang merupakan inisiator, sedangkan fase kedua ialah fase diskontinu nonaqueous yang merupakan bentuk monomer dan polimer. Contoh teknik polimerisasi ini adalah pada pembuatan karet SBR.
Pada tahun 1998 kebutuhan dunia akan polimer emulsi sebesar 7,4 juta metrik ton dan diramalkan kebutuhan tersebut pada tahun 2007 akan meningkat menjadi 10,1 juta metrik ton dengan pertumbuhan per tahun sebesar 3,6% . Salah satu faktor yang menentukan sifat/karakter polimer emulsi adalah ukuran partikel. Polimer emulsi mengandung partikel dengan diameter berkisar antara 10 sampai dengan 1.500 nm. Pada umumnya ukuran partikel polimer emulsi berkisar antara 100 sampai dengan 250 nm. Ukuran partikel sangat menentukan sifat polimer emulsi seperti sifat aliran dan kestabilan polimer. Sebagai contoh suatu bahan pelapis dengan ukuran partikel yang kecil akan memberikan hasil coating yang halus, kekuatan adhesi yang baik, ketahanan terhadap air yang cukup baik serta kestabilan lateks yang cukup lama. Disamping itu ukuran diameter partikel polimer yang kecil dapat menyebabkan bahan pelapis akan lebih glossy atau transparan karena partikel-partikel polimer dari pelapis akan lebih rapat, jadi tidak ada ruang untuk ditempati partikel lain.
Karakteristik Polimerisasi Emulsi :
·         Ada 2 fasa cair saling bercampur :
Fasa luar = fasa kontinu = medium pendispersi = air
Fasa dalam = fasa terkontinu = medium terdispersi = monomer + polimer
·         Inisiator berada dalam fsa cair. Partikel monomer – polimer = 0,1µm
·         Dispersi cair-cair = emulsi memerlukan stabilisator (emulgator).
·         Disperse padat-cair = suspensi
Polimerisasi emulsi polimer menghasilkan nilai yang tinggi dengan biaya rendah, ramah lingkungan proses. Dorongan untuk mengembangkan metode produksi ramah lingkungan untuk polimer telah mengakibatkan luas dalam pengembangan dan implementasi dari teknik polimerisasi emulsi. Selain itu, bila dikombinasikan dengan mekanisme polimerisasi novel proses dapat menimbulkan berbagai produk polimer dengan polimerisasi properties.Emulsion sangat berguna adalah proses yang kompleks, diatur oleh interaksi dari kedua kimia dan sifat fisik termasuk kinetika polimerisasi dan stabilitas dispersi. aplikasi industri yang sukses bergantung pada pemahaman dan pengendalian properti tersebut.
  
b.      Polimerisasi Suspensi
Teknik pada polimerisasi suspensi berlangsung dalam system aqueous dengan monomer sebagai fase terdispersi sehingga menghasilkan polimer yang berada fase solid terdispersi. Metode  polimerisasi ini digunakan secara komersil untuk menghasilkan polimer vinil yang keras, contohnya polistirena, polimetil metaklirat, polivinil klorida serta poliakrilonitril. Contoh teknik polimerisasi suspense adalah pada proses pembuatan PMMA.
Polimerisasi Suspensi :
 
Diagram alir polimerisasi suspensi untuk pembuatan methyl methacrylate
Dalam polimerisasi suspensi, monomer + inisiator yang terlarut didispersikan dalam bentuk tetesan kecil ke dalam air yang mengandung  sedikit suspension agent. Begitu polimerisasi berlangsung, tetesan monomer berubah menjadi kental dan lengket. Hasil akhir reaksi mengandung polimer 25-50% yang terdispersi dalam air. Jika polimerisasi sudah selesai, suspensi polimer dialirkan ke blowdown tank atau stripper untuk memisahkan sisa monomer. Slurry dipompa ke centrifuge atau filter untuk menyaring, mencuci, dan mengeringkan polimer. Polimer basah (30% air) dikeringkan dengan udara hangat (66 to 149°C) dalam dryer. Polimer kering dikirim ke storage.
Keuntungan polimerisasi suspensi:
  1. Penggunaan air sebagai media pertukaran panas lebih ekonomis darpada solven organik.
  2. Dengan nilai CP yang besar, pengambilan panas reaksi lebih efektif dan kontrol terhadap temperatur menjadi lebih mudah.
  3. Pemisahan dan penanganan polimer lebih mudah daripada polimerisasi emulsi dan larutan.
  4. Produk lebih mudah dimurnikan.
Polimerisasi suspensi paling banyak digunakan untuk memprodukasi resin plastik:
Semua jenis resin termoplastik :
      Polystyrene, Polymethyl methacrylate, Polyvinyl chloride,
      Polyvinylidene chloride,
      Polyvinyl acetate,
      Polyethylene, Polypropylene
 
Komposisi dan kondisi reaksi beberapa sistem polimerisasi suspensi :

III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun Kesimpulan dari makalah ini adalah:

1.  Teknik polimerisasi terdiri atas 2 sub, yakni Teknik polimerisasi homogen dan teknik polimerisasi heterogen.
2.   Pada teknik polimerisasi homogen, terdiri dari 2 sub polimerisasi, yaitu polimerisasi massa dan polimerisasi larutan
3.  Teknik polimerisasi massa bertujuan untuk pembuatan polimer kondensasi, reaksinya bersifat eksotermis
4.  Contoh dari polimerisasi larutan ialah konversi polivinil asetat menjadi polivinil alcohol ester akrilik.
5.  Pada teknik polimerisasi hoterogen, terdiri dari 2 sub polimerisasi, yaitu polimerisasi emulsi dan polimerisasi suspensi.
6.  Contoh teknik polimerisasi ini adalah pada pembuatan karet SBR.
7.  Polimerisasi suspensi berlangsung dalam system aqueous dengan monomer sebagai fase terdispersi sehingga menghasilkan polimer yang berada fase solid terdispersi.

3.2 Kritik dan Saran
Demikianlah makalah ini kami buat, tiada gading yang tak retak dan tiada samudera yang tak bergelombang, begitu juga dengan makalah ini yang tak luput dari kesalahan, maka dengan segala kerendahan hati, kami meminta kritik dan saran dari pembaca guna perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

Billmeyer,F.W, Jr. 1971. Textbook of Polimer Science. New York: John Wiley and sons

YANG PANTAS DIKAGUMI

Semua orang bisa perhatian
Dan suka diperhatikan,
Tapi hanya sedikit yg bisa menjaga hati.
Dan yg sedikit itu yg pantas di apresiasi..
Semua orang bisa mengagumi
Dan bangga dikagumi,
Tp hanya sedikit yg tdk terprovokasi
Dan yg sedikit itu yg pantas di ilhami..
Semua hati bisa mencintai
Dan senang dicintai,
Tp hanya sedikit yg bs setia di 1 hati
Dan yg sedikit itu yg pantas dihargai..
Tak ada yg spesial,
dari org2 Yg menjual cintanya
dengan harga yg murah..
Tp bagi mereka yg mampu mencintai dalam DIAM,
serta menyimpannya hingga digenggamnya ikatan yg halal,
Itulah cinta yg suci & bnr2 Hakiki.
Semua org bisa,
Semua org mampu,
Semua orang senang,
Semua orang mudah.
Semua perempuan bs menjual  keindahannya u/ para lelaki
Dg sponsor setan menyebar promosi,
Tp hnya sedikit hati yang tak terpancing u/ membeli
Dan yg sedikit itu yg pantas di kagumi…
rainbownight_artYasa
_220511, 21:08_
(lg kesel ) 
*gambar by: google

Kumpulan Kata-kata Motivasi (Motivational Quotes)


I believe life is constanly testing us for our level of commitment,
and life’s greatest rewards are reserved for those who
demonstrate a never ending commitment to act until they achieve.
This level of resolve can move mountains,
but it must be constant & consistent.
As simplistic as this may sound, it is still the common detonator
separating those who live their dreams from those who live in regret
– Anthony Robbins –
Anda akan dikritik orang ketika melakukan sesuatu. Anda juga akan
dikritik ketika tidak melakukan sesuatu. Jadi, lakukan saja apa yang
menurut anda benar.
– Eleanor Roosevelt –
All successful people, men & women, are big dreamers. They imagine
what their future could be, ideal in every respect, and than they
work everyday toward their vision, purpose & goal.
– Brian Tracy –
Orang sukses akan melakukan sesuatu yang berbeda, yang tidak
dilakukan oleh orang rata-2 ….. untuk mendapatkan hasil yang
berbeda pula
– Sonny V. Sutedjo –
There are many people who have big plans but their big plans never
come true. The reason is, too many people have big plans but fail to
keep their small agreements
– Robert Kiyosaki –
The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams
– Eleanor Roosevelt –
What ever the mind of man can conceive & believe, it can achieve !
– Napoleon Hill –
Most of the important things in the world have been accomplished by
people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all
– Dale Carnegie –
I can not give you the formula for success, but I can give you the
formula for failure, which are try, try and try
– Herbert Bayard Swope –
You see, in life, lots of people know what to do, but few people
actually do what they know. Knowing is not enough. You must take
action !
– Anthony Robbins –
Only those who can see the invisible, can accomplish the imposibble
– Patrick Snow –
Effective People are not problem-minded ;they’re opportunity
minded.
They feed opportunities and starve problems
– Stephen Covey –
Do the thing you fear to do and keep on doing it … That is the
quickest & surest way ever yet discovered to conquer fear
– Dale Carnegie –
There are only two tragedies in life : one is not getting what you
wants, and the other is getting it
– Oscar Wilde –
If you don’t throw the dice, you will never land a six
– Old Chinese proverb –
Happiness cannot be travelled to, owned, earned, worn or consumed.
Happiness is the spiritual experience of living every minute with
love, grace, and gratitude.”
– Denis Waitley –
Success doesn’t come to you… you go to it
– Marva Collins –
It’s not the will to win, but the will to prepare to win that makes
the difference
– Paul “Bear” Bryant –
Motivation is the art of getting people to do what you want them to
do because they want to do it.”
– Dwight D. Eisenhower 
*gambar by: google.com